cursor:url(http://www.cursorpedia.com/cur/alt/MickeyMouse_alt.cur) Ninin dyacha: JAWA

Minggu, 26 Februari 2012

JAWA

Sebagai seorang putri jawa, tentunya ku harus tau banyak tentang jawa termasuk karakteristik orang jawa, tata krama, bahasanya.dan lainnya. Karena menurutku, meskipun aku keturunan jawa tapi nggak tau tata krama orang jawa dan menerapkannya, tapi ya nggak semuanya mungkin hanya tata krama dan bahasa krama. jadi aku akan  menjadi orang jawa seutuhnya jika aku mengetahui banyak tentang jawa, termasuk menerapkan kebiasaan orang jawa dalam keseharianku. Meskipun aku susah kalau bicara bahasa jawa apalagi basa krama karena masih  banyak bahasa jawa yang belum ku mengerti tapi tak apa ku kan terus mencoba.
dari kebisaan dan tata krama orang jawa hanya ini yang kuingat dari semua nasehat sehari hari






kebiasaan orang jawa                                                                             
Menurut kebiasaan yang diajarkan sehari-hari kepadaku orang jawa trutama putri jawa

  • harus bangun lebih pagi sebelum ayam jantan berkokok

  • ketika makan pun tidak boleh terdengar suara pukulan piring sendok, makanannya pun tidak boleh disisakan
  • gak boleh malas alias harus rajin
  • dalam berpakaian sorang putri jawa harus sopan dan tertutup
  • tidak boleh keluar malam 
  • harus bisa menjaga kebersihan terutama rumah dan pakaian
  • sama saudara harus rukun, terutama adik kita harus menjaganya dan mengajarinya hal hal yang baik melalui kebiasaan ktia sehari-hari dan sikap kita kepadanya
  • yang paling penting dan sangat amatlah penting yaitu harus rajin sholat
  • tidak boleh menunda-nunda suatu pekerjaan
  • tidak boleh duduk di tengah pintu


tata krama                                                                                            
Dari segi tata krama, etiket pergaulan, orang Jawa itu artinya orang yang sopan . Orang yang santun disebut:  njawani, kalau tidak tahu sopan santun disebut: ora njawani.
Tata krama antara manusia dengan sesamanya dibedakan antara yang muda dengan yang tua (anak-orang tuaa, kakak-adik, murid-guru), atasan dengan bawahan, dengan yang sebaya dan sebagainya. Adanya pengelompokan tatanan dalam berinteraksi tersebut mengharuskan manusia Jawa untuk berperilaku atau berbicara dengan melihat posisi, peran serta kedudukan dirinya dan posisi lawan. 
Di keluargaku seorang jawa harus:

  •  berbahasa sopan, memakai bahasa krama jika berbicara dengan orang yang lebih tua,
  • berhati-hati berbicara jangan sampai menyinggung perasaan
  • tidak mendengarkan percakapan orang lain
  • tidak memotong pembicaraan orang lain
  • bicara tidak boleh terlalu keras apalagi membentak-bentak



soal kebiasaan dan tata krama cuman itu saja yang ku tahu, yang lain mungkin tahu tapi saat ini yang kuingat cuman itu (nasihat ibuku).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar